PALU — Aksi terjun payung akan menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2026. Kegiatan ini dipastikan berlangsung spektakuler dan sarat makna, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga membawa misi besar untuk mengangkat nama daerah di tingkat nasional hingga mancanegara.
Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Palu, Kolonel Mar Moh Ali Wardana, S.E., M.M, menegaskan bahwa kegiatan terjun payung ini bukan sekadar unjuk keberanian dan kemampuan para penerjun. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan upaya strategis dalam mempromosikan potensi Sulawesi Tengah.
“Ini bukan hanya ajang uji nyali dan skill, tetapi juga misi mulia untuk mengangkat nama baik Sulawesi Tengah di kancah nasional hingga internasional,” ujarnya.
Menurutnya, keindahan alam Sulawesi Tengah yang memiliki lanskap unik berupa teluk, lembah, dan pegunungan akan menjadi daya tarik tersendiri. Melalui aksi udara ini, diharapkan pesona tersebut dapat tersebar luas dan menarik perhatian masyarakat dari dalam maupun luar negeri, sehingga berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 28 penerjun akan ambil bagian, terdiri dari 25 laki-laki dan 3 perempuan. Mereka dijadwalkan tampil pada puncak peringatan HUT yang berlangsung pada 12 hingga 13 April 2026 di Kota Palu
Dukungan cuaca juga menjadi faktor penting dalam kesuksesan kegiatan ini. Berdasarkan keterangan dari BMKG yang disampaikan oleh Reza, kondisi cuaca di Kota Palu dalam tiga hari ke depan diperkirakan sangat baik dan mendukung pelaksanaan terjun payung hingga hari puncak kegiatan.
Meski demikian, Komandan Lanal Palu mengingatkan seluruh pihak untuk tetap mengedepankan faktor keselamatan dalam setiap tahapan kegiatan.
“Kami menekankan pentingnya zero accident dengan mengutamakan ketelitian, akurasi data, serta mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama terselenggaranya kegiatan dengan aman dan lancar.
Selain itu, dirinya juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses persiapan hingga pelaksanaan terdapat kekurangan yang mungkin mengurangi kenyamanan.
“Kami berharap sinergi ini terus terjaga dan bahkan ditingkatkan ke depan melalui evaluasi yang berkelanjutan,” tambahnya.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh masyarakat untuk turut menyaksikan aksi terjun payung yang akan menghiasi langit Palu, sekaligus mendoakan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses.
“Untuk masyarakat Sulawesi Tengah, jangan lewatkan aksi terjun payung spektakuler di HUT ke-62 ini,” pungkasnya.
