Gedung Jasa Raharja Berpotensi Jadi Ikon Museum Baru di Jakarta

Jakarta – Upaya penguatan ekosistem budaya nasional terus didorong pemerintah melalui pemanfaatan aset bersejarah. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menginisiasi rencana kolaborasi strategis untuk menghadirkan museum di kawasan Kota Tua Jakarta.

Rencana tersebut melibatkan Kementerian Kebudayaan, Danantara, dan PT Jasa Raharja, dengan memanfaatkan gedung milik Jasa Raharja yang berada di kawasan Kali Besar. Pembahasan ini mengemuka saat kunjungan kerja Fadli Zon ke lokasi tersebut pada Rabu (2/4).

Kunjungan itu disambut langsung oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, yang turut mendampingi peninjauan area gedung bersama rombongan. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, perwakilan Danantara Asset Management, serta jajaran manajemen Jasa Raharja.

Dalam peninjauan, Fadli Zon menilai gedung tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi museum yang mendukung penguatan destinasi wisata berbasis sejarah di Kota Tua Jakarta. Ia menyoroti belum adanya museum film dan fotografi yang representatif di Indonesia.

“Kita memiliki banyak kekayaan sejarah di bidang film dan fotografi, namun belum memiliki ruang yang memadai untuk memamerkannya,” ujar Fadli.

Ia menjelaskan, melalui kolaborasi lintas sektor, aset-aset bersejarah milik BUMN yang dikelola Danantara dapat dioptimalkan menjadi ruang publik yang produktif dan edukatif. Museum yang direncanakan nantinya akan mengangkat perjalanan perfilman dan fotografi Indonesia dari masa ke masa.

“Masyarakat bisa melihat perkembangan film Indonesia dari awal hingga era modern, termasuk perkembangan fotografi,” tambahnya.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. Menurutnya, pemanfaatan gedung bersejarah ini sejalan dengan upaya optimalisasi aset perusahaan yang memiliki nilai historis tinggi.

“Bangunan ini bukan hanya aset perusahaan, tetapi juga bagian dari warisan sejarah yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara produktif,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Rubi Handojo, turut memaparkan sejarah gedung dan kawasan sekitarnya yang dulunya merupakan pusat perdagangan dan pemerintahan, dan kini berkembang menjadi destinasi wisata budaya.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan pemanfaatan aset bersejarah tidak hanya berfokus pada pelestarian, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah sebagai destinasi edukasi, budaya, dan pariwisata yang terintegrasi di kawasan Kota Tua Jakarta.

Lebih baru Lebih lama