Kartini Masa Kini di Balik Meja Reskrim: AKP Siti Elminawati Hasibuan, Penegak Hukum yang Jadi Perisai Perempuan dan Anak

PALU,SULTENG —// Di tengah peringatan Hari Kartini 21 April 2026, nama AKP Siti Elminawati Hasibuan, S.H., M.H., layak disebut bukan sekadar karena jabatannya sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sigi, Polda Sulawesi Tengah, melainkan karena apa yang ia lakukan dengan jabatan itu.

Bagi banyak perempuan dan anak yang pernah datang ke kantornya membawa luka akibat kekerasan, pelecehan, atau kasus moralitas, sosok ini bukan semata aparat hukum. Ia hadir sebagai pendengar, pendamping, sekaligus penegak yang tidak ragu bersikap tegas ketika hukum memang harus ditegakkan.

Dalam kesehariannya, AKP Elminawati dikenal rendah hati dan responsif. Saat berinteraksi dengan masyarakat atau berbicara di forum seminar perlindungan perempuan dan anak, ia kerap tampil dengan pendekatan yang memadukan perspektif hukum, akademis, dan kepedulian sosial, tiga hal yang jarang berpadu dalam satu orang.

Rekam jejaknya berbicara. Pada tahun 2023, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memberikan penghargaan kepadanya atas pengabdian dan dedikasi dalam gerakan perlindungan perempuan dan anak dari tindakan kekerasan, pengakuan resmi atas perannya sebagai aparat penegak hukum yang berpihak pada korban. Namanya juga tercatat sebagai peraih Hoegeng Corner, sebuah program apresiasi nasional yang menjaring anggota Polri dengan dedikasi, kejujuran, dan integritas tinggi, sekaligus jembatan menuju Hoegeng Awards.

Profesionalismenya dalam pengungkapan kasus kriminal pun tidak kalah menonjol. Belum lama ini, di bawah koordinasinya, kasus pembunuhan yang menimpa seorang perempuan muda di wilayah Marawola, Kabupaten Sigi, berhasil diungkap hanya dalam waktu 2 x 24 jam, kecepatan yang mencerminkan kesiapan dan ketajaman kerja tim reserse yang ia pimpin.

Kepada awak media, ia pernah menyampaikan pandangannya dengan lugas. Seorang perempuan harus memiliki martabat, menjaga kehormatan, dan memberi dampak positif bagi keluarga, masyarakat, bangsa, serta negara. Baginya, integritas bukan retorika. Integritas adalah keselarasan antara ucapan dan tindakan.

Di luar seragam, ia adalah seorang istri dan ibu yang menjalankan peran rumah tangga dengan nilai yang ia yakini, berlandaskan ajaran agama yang dipegangnya.

Kartini, dalam suratnya lebih dari seabad lalu, menulis tentang perempuan yang ingin bebas bukan untuk melawan, tetapi untuk berkontribusi. AKP Siti Elminawati Hasibuan menghidupi semangat itu, bukan dengan kebaya dan sanggul pada upacara seremonial, melainkan dengan setiap berkas perkara yang ia tangani, setiap korban yang ia dampingi, dan setiap sidang yang ia hadiri.

Pada Hari Kartini 2026 ini, ia berdiri sebagai bukti bahwa emansipasi bukan sekadar tema peringatan tahunan. Emansipasi adalah pilihan yang diambil setiap hari.Rif

_Ditulis dalam semangat peringatan Hari Kartini, 21 April 2026._

Lebih baru Lebih lama