PARIGI MOUTONG– Banjir bandang menerjang Sungai Ongka di Desa Malino, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (9/5/2026). Satu unit alat berat ekskavator Diduga milik tambang emas ilegal "Karya Mandiri" hanyut dihantam derasnya arus sungai.
Dari siaran langsung Facebook milik Bang-bang, ekskavator berwarna kuning terlihat nyaris tenggelam di tengah aliran sungai yang keruh dan deras. Hanya bagian lengan dan kabin atas yang masih tampak, sementara bagian bawah sudah terendam arus banjir yang meluap.
•Hujan Deras, Sungai Meluap ke Lokasi PETI
Banjir terjadi usai hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu sejak Sabtu (9/5/2026) sore. Debit Sungai Ongka naik drastis dan langsung menerjang lokasi aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang berada di bantaran sungai.
Ekskavator tersebut diduga sebelumnya digunakan untuk mengeruk material di lokasi tambang ilegal Karya Mandiri. Arus yang datang tiba-tiba membuat alat berat tak sempat dipindahkan.
"Air naik cepat sekali. Ekskavator yang di pinggir sungai langsung keseret. Sekarang posisinya sudah di tengah sungai, hampir tenggelam," kata seorang warga yang berada di lokasi.
•Desakan Tutup PETI
Aktivitas PETI di Sungai Ongka sudah lama dikeluhkan warga. Selain merusak lingkungan, galian di bantaran sungai dinilai memperparah risiko banjir karena mengubah alur air dan merusak tanggul alam.
Aparat Kecamatan Ongka Malino telah turun ke lokasi untuk asesmen. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian material dari hanyutnya ekskavator diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
"Ini bukti nyata bahaya PETI. Kami minta aparat segera tutup total tambang ilegal di Sungai Ongka sebelum korban jiwa berjatuhan," tegas salah satu tokoh masyarakat.
Pemkab Parigi Moutong didesak bertindak tegas menertibkan seluruh aktivitas tambang ilegal di sepanjang kabupaten Parigi Moutong. Banjir bandang ini menjadi alarm keras bahwa kerusakan lingkungan akibat PETI sudah di level membahayakan.
•Sumber: Live Facebook Bang-bang dan Udin Rusdin

