Kontes Ayam Tarung PPAKN Sulteng Dongkrak Perekonomian Pelaku Usaha di Sunju

SIGI– Setelah sukses menggelar kegiatan perdana di Kota Palu, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perkumpulan Penghoby Ayam Kontes Nusantara Sulawesi Tengah (PPAKN Sulteng) kembali menggelar kontes keduanya di Desa Sunju, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, pada Minggu (09/08/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Gurki, sebuah kafe dan restoran yang tidak hanya memanjakan lidah pengunjung dengan hidangannya, tetapi juga memberikan hiburan tambahan berupa pemandangan dan pemancingan ikan kolam air tawar.

Kontes Kedua PPAKN Sulteng dibuka secara langsung oleh Camat Marawola *Mohammad Nur, http://S.Sos*, Sekretaris Camat (Sekcam) *Yai P, http://S.St*, dan Kepala Desa (Kades) Sunju *Asmawi, http://S.Pd*.

Dalam sambutannya, Camat Moh. Nur mengatakan lomba ketangkasan ayam yang diselenggarakan PPAKN Sulteng tersebut selain menjadi wadah resmi bagi masyarakat pecinta ayam aduan, juga dapat turut meningkatkan roda perekonomian masyarakat setempat.

“Namun demikian, kami tetap menghimbau agar PPAKN Sulteng melalui Panitia Pelaksana dapat terus berkomitmen menjaga dan mengawasi kegiatan ini, agar tidak terjadi aktivitas perjudian. Kami dari pihak Pemerintah Kecamatan tidak akan mentolerir apabila hal itu ditemukan,” ucap Camat.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ajang silaturahmi antar masyarakat dan para penghobi yang berasal dari berbagai daerah di Sulteng maupun provinsi lainnya.

Di tempat yang sama, Sekcam Yai P juga terus mengimbau kepada panitia pelaksana, peserta, dan pengunjung agar dapat menjaga ketertiban serta memiliki pengendalian diri untuk tidak melakukan pertaruhan uang atau berjudi di lokasi kegiatan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan PPAKN. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat yang hobi menonton pertandingan ketangkasan ayam aduan tidak lagi diwarnai ketakutan adanya aktivitas perjudian. Inilah harapan kami, agar PPAKN dapat menjaga marwahnya sebagai wadah pelaksanaan Kontes Ayam Tarung non-judi,” ujarnya.

Secara terpisah, Kades Asmawi menegaskan kepada panitia agar ke depan dapat melakukan sosialisasi yang lebih maksimal kepada seluruh masyarakat Desa Sunju, dengan melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, tokoh agama, dan lembaga adat.

“Kegiatan ini cukup positif karena menampilkan budaya nusantara kita dahulu tanpa adanya aktivitas judi, serta mampu meningkatkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat. Namun kegiatan ini harus kita evaluasi bersama-sama apabila akan kembali dilaksanakan,” katanya mengakhiri.

Lebih baru Lebih lama