SIGI — Perkumpulan Penggemar Ayam Indonesia (PPAI) meminta dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhadap rencana pelaksanaan kontes ayam Bangkok yang dijadwalkan berlangsung pada 3–4 Oktober 2026 di Desa Sunju, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi.
Permintaan dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan pengurus PPAI dengan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, baru-baru ini.
PPAI merupakan organisasi yang tercatat dengan Nomor AHU-0006171.AH.01.07.TAHUN 2019 berdasarkan Akta Pendirian Nomor 35 tanggal 14 Mei 2019.
Dalam pertemuan itu, Bendahara PPAI Susanto menjelaskan bahwa kegiatan yang akan digelar merupakan kontes ayam Bangkok dengan pelaksanaan teknis yang melibatkan juri dan wasit.
Menurut Susanto, penentuan pemenang dalam kontes dilakukan berdasarkan perolehan poin. Ia menyebut ayam tidak diperbolehkan bertarung hingga mengalami luka berat maupun kematian.
"Dalam ring pertarungan pun ayam diwajibkan untuk bungkus taji," kata Susanto.
Sementara itu, Ketua PPAI Afandi Tansil menjelaskan bahwa kontes tersebut juga dimaksudkan sebagai wadah bagi para peternak ayam untuk menunjukkan hasil pemeliharaan dan kualitas ayam yang mereka kembangkan.
Melalui ajang tersebut, para peternak diharapkan memiliki kesempatan untuk mengukur prestasi ayam peliharaan mereka sebelum mengikuti event berskala nasional.
Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi sarana silaturahmi bagi para penggemar ayam Bangkok di Sulawesi Tengah.
"Dalam sektor pengembangan usaha ternak, ajang kontes ini juga menjadi bagian penting bagi promosi usaha ternak mereka dan akan menaikkan nilai jual ternak mereka," ujar Afandi melalui Susanto.
Menanggapi rencana tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido menyatakan dukungan terhadap kegiatan tersebut dengan catatan seluruh pelaksanaannya tetap mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.
"Selagi tidak ada unsur judi dan membawa manfaat positif bagi kemajuan daerah, kami mendukung sepenuhnya," tegas Reny.
PPAI berharap pelaksanaan kontes tersebut dapat berlangsung tertib serta memberikan ruang bagi pengembangan usaha peternakan ayam, sekaligus mempererat hubungan antar-penggemar dan pelaku usaha ternak di Sulawesi Tengah.
