Palu — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah menegaskan polemik di KONI Kota Palu murni dinamika organisasi, bukan politisasi. Penegasan disampaikan dalam konferensi pers Rabu (4/3/2026) saat penyerahan SK Ketua KONI Palu terpilih Reynold Kasrudin (periode 2025–2029). SK diterima Sekretaris KONI Palu Akram disaksikan pengurus KONI Sulteng.
Petinggi KONI Sulteng Helmy Umar menekankan sengketa yang muncul bagian dari proses demokrasi internal. “Tidak ada sedikit pun politisasi. Kalau berkembang di luar, itu persepsi,” ujarnya. Karena ada gugatan, KONI Sulteng menanganinya hati-hati sesuai mekanisme.
Bidang hukum KONI Sulteng berkoordinasi dengan KONI Pusat, yang kemudian mengeluarkan rekomendasi pembatalan keputusan sebelumnya. Sebelumnya KONI Sulteng menunjuk caretaker untuk menjaga stabilitas, namun setelah arahan pusat terbit, SK Ketua terpilih segera diterbitkan. “Perintahnya kita langsung keluarkan SK dan lantik,” tutup Helmy.
