SIGI – Aliansi Pewarta Indonesia - Sulawesi Tengah (API - Sulteng) menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak gempa bumi berkekuatan 6,7 Skala Richter yang mengguncang wilayah Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung di Desa Lembahtongoa, Ahad (21/6).
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok dan logistik dasar yang dibutuhkan warga pascabencana. Kehadiran para jurnalis di lokasi tidak hanya untuk menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana alam.
Inisiator pembentukan API Sulteng, Hasan Tura, mengatakan bahwa kegiatan sosial tersebut menjadi langkah awal sekaligus penanda hadirnya organisasi yang menghimpun para jurnalis dari berbagai media di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, jurnalis memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari elemen masyarakat yang dapat berkontribusi langsung dalam kegiatan kemanusiaan dan pembangunan daerah.
"Saatnya jurnalis di Sulawesi Tengah menyatukan barisan dan mengambil peran yang lebih besar dalam mendukung pembangunan daerah. Kepedulian terhadap masyarakat harus diwujudkan melalui aksi nyata, terutama saat saudara-saudara kita sedang menghadapi musibah," ujar Hasan.
Hasan yang juga dikenal sebagai jurnalis dari Media Bahana Indonesia.com menambahkan, API Sulteng dibentuk sebagai wadah kolaborasi para pewarta lintas media untuk memperkuat solidaritas profesi sekaligus meningkatkan kontribusi sosial kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, saat ini API Sulteng beranggotakan puluhan jurnalis dari berbagai media lokal yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah. Ke depan, organisasi tersebut diharapkan menjadi ruang sinergi bagi insan pers dalam menjalankan fungsi jurnalistik sekaligus kegiatan sosial kemasyarakatan.
Penyaluran bantuan di Desa Lembahtongoa mendapat sambutan positif dari warga setempat. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang masih berupaya bangkit dan memulihkan kondisi pascagempa.
Melalui kegiatan ini, API Sulteng ingin menegaskan bahwa profesi jurnalis tidak hanya hadir di tengah masyarakat sebagai pencatat peristiwa, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam membantu warga yang membutuhkan. Semangat gotong royong dan solidaritas yang ditunjukkan para pewarta diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian sosial di tengah situasi kebencanaan.(*)
