PALU– Kepala Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu Prasetiyohadi, S.T., S.H. menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan di Provinsi Sulawesi Tengah.
Rakor tersebut digelar di Palu, Senin (31/8/2026), dan dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid,M.Si. serta dihadiri unsur Forkopimda.
Dalam rakor dibahas langkah-langkah terpadu untuk menghadapi peningkatan potensi Karhutla dan kekeringan di wilayah Sulteng. Berdasarkan data hingga 28 Agustus 2026, tercatat sebanyak 87 kejadian Karhutla dan 15 kejadian kekeringan di berbagai wilayah.
Prasetiyohadi, S.T., S.H. menyampaikan kesiapan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu mendukung upaya pemerintah dalam mengantisipasi dampak Karhutla, terutama terkait keselamatan penerbangan.
“Kami telah berkoordinasi dengan BMKG dan stakeholder terkait untuk memantau kualitas udara dan jarak pandang. Jika terjadi penurunan visibilitas akibat kabut asap, kami siap melakukan penyesuaian operasional demi keamanan penerbangan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar P. Sianipar menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. TNI juga telah menyiagakan personel dan sarana pendukung di wilayah rawan.
Melalui rakor ini, Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan, berkoordinasi lintas sektor, dan memastikan kelancaran serta keselamatan operasional penerbangan di tengah potensi Karhutla dan kekeringan di Sulawesi Tengah.

